Dan Berakhir

Februari 14, 2009

Ditemani desiran angin dini hari Koteka duduk meregangkan tubuh di atas sofa. Menghadap sebuah danau kecil dengan jendela terbuka lebar, setengah kantuk, lelah dan puas. Wanita itu mendengkur. Berbalut selimut tipis tertidur membelakanginya sehingga tampak punggungnya yang halus tertimpa cahaya bulan. Menggairahkan.

Koteka mendesis licik. Setelah lima kali melepas gairah bersamanya bahkan ia tak merasa sepuas sekarang. Setelah semuanya terbongkar. Ia tak peduli lagi. Secantik apa pun si wanita tetap barang bagi Koteka. Tanpa bekas, pergi setelah dibayar.

Yang membuatnya merasa lega beban bukan soal itu.

Enam bulan sudah ia terbiasa seperti ini. Malah mulai bosan. Dua tiga hari selama seminggu tak pulang ke rumah setelah rapat tak penting, memesan lewat Tante Gono, pergi ke vila temannya untuk menggila itu. Vagini – istrinya yang terlihat selalu menyembunyikan sesuatu di balik senyum sambut di depan pintu – bahkan telah tahu lama. Dan Koteka juga sadar penuh soal Vagini. Bodoh kalau ia tak tahu karena berkali-kali istrinya itu terang-terangan membicarakan hal aneh lewat selular, dengan seseorang di seberang sana. Tak perlu memindai lebih jauh agar tahu bahwa yang dilakukan Vagini sama saja seperti dirinya. Soal ketidak puasan dan pelampiasan lain.

Entah siapa penyulut di antara mereka. Yang jelas janji 2 tahun lalu di altar itu tak lagi berarti. Menguap sudah seluruhnya.

Namun permainan ini telah usai, lima belas menit yang lalu. Kepura-puraan mereka dibongkarnya sendiri-sendiri, dengan tenang, tanpa emosi, lewat ponsel mereka bicara. Pernikahan tolol ini harus disudahi. Sambil tertawa-tawa mereka sadar sendiri. Dan mereka puas berpisah secara terus terang.

Koteka menguap lebar, menghampiri wanita telanjangnya lagi.

****

Untuk teman gila itu, ceritamu telah kutoreh secara seksama. Semoga kau sadar setelah ini, bahwa tak ada pernikahan yang salah kecuali tanpa cinta dan kejujuran.

Entry Filed under: Rangkaian Kata. .

17 Comments Add your own

  • 1. harianku  |  Februari 14, 2009 at 10:07 am

    wah kayanya pengalaman pribadi yah :P

  • 2. edy  |  Februari 14, 2009 at 10:26 am

    kalimat terakhirnya bener banget tuh, moerz
    kalo udah ga ada kejujuran ya…

  • 3. jensen99  |  Februari 14, 2009 at 11:45 am

    Win-win solution. Tak ada yang dirugikan pokoknya™ :P

  • 4. Payjo  |  Februari 14, 2009 at 12:09 pm

    Kirain yang cowok namanya Kontil. Mhuehuehu :oops:

  • 5. anto84  |  Februari 14, 2009 at 12:15 pm

    wkwkwkwk kontil????kayak nama temenku…salam kenal om

  • 6. petruk  |  Februari 14, 2009 at 1:55 pm

    hhmmm…
    cinta…..
    kejujuran,,,,,

  • 7. GiE  |  Februari 14, 2009 at 2:06 pm

    Kok ada Koteka? Vagini?
    Apa itu ya?
    Hoh… daku ketinggalan kereta cerita kayaknya… :lol:

  • 8. eMo  |  Februari 15, 2009 at 1:48 am

    bagus banget!

  • 9. Yari NK  |  Februari 15, 2009 at 4:26 am

    Ini habis manis sepah dibuang atau dulu manisnya memang manis hambar atau…….. :D

  • 10. annosmile  |  Februari 15, 2009 at 7:45 am

    huhuhu…
    kejujuran..

  • 11. agupenajateng  |  Februari 15, 2009 at 12:45 pm

    hemmmm …. memang perlu persiapan yang matang sebelum memustuskan utk hidup serumah, mas moerz. salah satu kuncinya adalah komunikasi dan kejujuran. wew.. dua, yak?

  • 12. kejujurancinta  |  Februari 15, 2009 at 1:06 pm

    kejujuran….
    cinta…
    itu nama blog saya
    heheee….

    saya menamai blog dengn kejujurancinta
    jg punya maksud utk mengingatkan
    bahwa saya hrs selalu jujur pada cinta dan hidup saya

    memang lebih baik diakhiri dari pada saling menyiksa diri
    krn kejujuran dan saling percaya sangat dibutuhkan
    untuk membina satu hubungan

    lam kenal….
    kunjungan balik

  • 13. mbelgedez™  |  Februari 15, 2009 at 1:25 pm

    .
    Emang situh udah nikah, apah ???

  • 14. mbelgedez™  |  Februari 15, 2009 at 1:28 pm

    .
    @KEJUJURANCINTA;

    lebih baik diakhiri dari pada saling menyiksa diri

    .
    Fyuuh…..
    Teori ajah….

    Udah siap menjanda ???
    :roll:

  • 15. gus  |  Februari 16, 2009 at 9:48 am

    itulah sebabnya saya lebih menyukai postulat bahwa janji lebih mudah diucapkan daripada dikomitmen-kan….

  • 16. azaxs  |  Februari 17, 2009 at 4:52 pm

    Sepakat…

    Postingan ini mempunyai pesan moral yang tinggi… :D

  • 17. adit-nya niez  |  Februari 24, 2009 at 5:16 am

    Kirain mo berenti ngeblog lagi… :mrgreen:

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


PROLOG

SASTRA ADALAH TEMPAT DI MANA PARA GENERASI MEMBERONTAK TANPA TINDAKAN BRUTAL YANG MERUSAK PAPAN NAMA KETIDAKPEDULIAN TOLOL DENGAN TIDAK PURA-PURA MEMBELA NEGERI YANG DIKOTORI PARA PEMUNAFIK

(MOERZ)

Arsip

Oleh Mereka

sunarnosahlan di Antara Diam
meimeilaa di Blography
caleg partai blogger di Antara Diam
mfier di Antara Diam
jenderal abee di Antara Diam
natazya di Antara Diam
natazya di an angel
Chic di Antara Diam

MOERZ

Profil Facebook Moerjanto Ali

Meta

Feed